Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Perihal: Rasa dan Asa

Gambar
  “Tuhan ciptakan rasa untuk apa?” tanyaku sedikit melirik ke arahnya, berharap dia menyadari maksud pertanyaanku. “Tentu agar dunia ini tidak hampa. Kalau tak ada rasa, dunia akan hampa. Bukankah ini sangat mirip dengan pekerjaan kita di dapur? Kita seperti Tuhan, meracik rasa untuk makanan. Dengan begitu orang yang menerima makanan akan merasa bahagia dengan rasanya.” Ia menjelaskan, lengkap dengan analogi yang masuk akal. Aku kehabisan kata, sibuk memutar otak guna menemukan kalimat yang tepat agar maksudku tersampaikan. “Kalau begitu … kenapa Tuhan putuskan asa?” “Apakah rasa yang menurut kita sudah pas sama seperti yang dirasakan oleh customer kita?” Ia malah melontarkan pertanyaan kembali kepadaku. “Mungkin bagi kita sudah tepat, namun bisa jadi bagi mereka terlalu pekat atau hambar. Begitulah rancangan Tuhan yang kita rasakan. Tergantung bagaimana kamu menikmatinya.” “Oh, begitu.” Aku pasrah. “Pantas saja kamu ga pernah mengerti perasaanku.”   -end-