Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Kala Cinta Menggoda

Gambar
Bab I Cinta Lagi, Cinta Lagi “CINTA Prameswari.” Suara dingin Sekala membuat bulu kuduk Cinta bergidik ngeri. Entah apa kesalahan Cinta kali ini, yang jelas mata Sekala memerah. “Kalau tidak bisa membuat proposal yang bagus, setidaknya nanya. Pita suara kamu masih berfungsi, kan?” tanya Sekala tajam. Deg! “M-maaf, Pak.” Buru-buru Cinta menundukkan kepalanya, menghindari tatapan Sekala yang begitu menakutkan. Matanya sudah mematas, bulir air mata menumpuk tepat di pelupuk. Padahal ia sudah mati-matian menyusun proposal itu, begadang tiga hari dua malam di kantor. Ternyata sama seperti biasanya, hasilnya jauh di bawah standar Sekala Adinata. “Balik magang lagi aja deh kalau ngga bisa dibilangin terus,” ketus Sekala. “M-maaf, Pak.” Cinta mengulangi kalimatnya dengan suara bergetar. Air mata yang susah payah ia tahan perlahan luruh. Sekuat tenaga Cinta merapatkan bibirnya agar isaknya tak terdengar sampai ke telinga atasannya. Sekala tahu Cinta menangis. Ia mengembuskan napas, menahan ras...

DUGONG

Gambar
     [saran playlist sambil baca ]      “Jadi … maksud kamu aku gendut?” Januar terdiam. Lagi-lagi pria itu menghela napas mendengar lantunan pertanyaan dari sang kekasih mengenai fisik gadis itu. “Bagian mana dari kalimatku yang mengatakan kamu gendut?” tanya Januar lembut. Ia tahu, ia tidak boleh terpancing emosi setiap kali kekasihnya ini mengajak ribut. “Ya kamu … bilang aku mirip dugong. Dugong itu kan merepresentasikan gendut secara tersirat!” Kalila menjelaskan dengan menggebu-gebu. Pasalnya, beberapa menit lalu Januar menyebutnya seperti dugong. “Hah …” Embusan napas Januar terdengar sampai di telinga Kalila. Melalui sambungan video call , wajah lelah Januar tercetak jelas. Representasi 'dugong' di mata Januar dan Kalila bagai kutub utara dan kutub selatan; seratus delapan puluh derajat berbeda! “Dari tadi kamu ngembusin napas gitu … kamu cape ya ngadepin aku?” Lagi-lagi Kalila menuduh yang tidak-tidak pada Januar. Januar menggeleng. “Gini nih kal...