DUGONG

    

[saran playlist sambil baca]

    “Jadimaksud kamu aku gendut?”

Januar terdiam. Lagi-lagi pria itu menghela napas mendengar lantunan pertanyaan dari sang kekasih mengenai fisik gadis itu.

“Bagian mana dari kalimatku yang mengatakan kamu gendut?” tanya Januar lembut. Ia tahu, ia tidak boleh terpancing emosi setiap kali kekasihnya ini mengajak ribut.

“Ya kamu … bilang aku mirip dugong. Dugong itu kan merepresentasikan gendut secara tersirat!” Kalila menjelaskan dengan menggebu-gebu. Pasalnya, beberapa menit lalu Januar menyebutnya seperti dugong.

“Hah …”

Embusan napas Januar terdengar sampai di telinga Kalila. Melalui sambungan video call, wajah lelah Januar tercetak jelas. Representasi 'dugong' di mata Januar dan Kalila bagai kutub utara dan kutub selatan; seratus delapan puluh derajat berbeda!

“Dari tadi kamu ngembusin napas gitu … kamu cape ya ngadepin aku?” Lagi-lagi Kalila menuduh yang tidak-tidak pada Januar.

Januar menggeleng.

“Gini nih kalau ga ketemu, ada aja masalah yang dicari." Januar menyahut. "Kalau kamu kangen bilang aja, Sayang. Ga usah cari masalah.”

Lebih dari seribu hari bersama Kalila, Januar sudah hapal tindak-tanduk tuan putrinya kalau sedang berperang melawan rindu. Ada saja caranya mencari perhatian Januar dengan berbagai masalah!

“Jangan mengalihkan topik, deh.” Enggan mengakui rasa kangennya, Kalila kembali menyerang Januar. “Kamu belum jawab pertanyaanku!”

“Ngga, Sayang. Kamu ga gendut sama sekali dan aku ga ada capek-capeknya sama kamu.” Januar menjawab dua pertanyaan yang menjadi sumber masalah malam ini.

"Bener?" tanya Kalila, memastikan bahwa jawaban Januar bukan kebohongan belaka.

"Iyaaa ..." Januar mengangguk-angguk di depan kamera. "Untuk menuntaskan rindu, gimana kalau akhir pekan ini kita jalen bareng?"

"Mauuu!" Tanpa babibu, Kalila langsung menerima ajakan Januar.

Januar tersenyum tipis. Tuh, kan ... apa kata Januar? Memang kangen aja si Kalila!



-end-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Meresahkan: Jomblo Kepala Dua

Break