Postingan

Tidak Apa-Apa

Gambar
  “You’re most precious person that I’ve ever met.”   … Kadangkala tak mengapa Untuk tak baik-baik saja Kita hanyalah manusia Wajar jika tak sempurna   [Fiersa Besari- Pelukku Untuk Pelikmu ] … Hai. Bagaimana kabarmu hari ini? Apakah kamu baik-baik saja? Bagaimana dengan study/pekerjaanmu? Apakah lancar? Aku tahu … tidak mudah bagimu untuk melewati hari ini, tapi aku bangga padamu karena kamu bisa melewati hari yang tidak baik-baik saja ini dengan baik. Ada banyak orang hebat di dunia ini, dan kamu salah satunya. Kamu tanya mengapa? Aku mengagumi keberanianmu yang bisa menghadapi hari ini. Tentu saja, itu bukan hal yang biasa. Tidak semua orang bisa melewati hari ini. Tidak sedikit dari mereka memilih untuk mengakhiri hidup alih-alih melewatinya dengan berani sepertimu. Tidak, aku tidak bermaksud untuk menyalahkan perbuatan mereka. Mereka mungkin berada pada situasi yang mana tidak ada orang di sisi mereka untuk mendengarkan keluh kes...

[Oneshot] Saturda(t)e With You

Gambar
Saturda(t)e With You [Playlist to go: Conan Gray- Astronomy ] -here we go- Friday , 16:45. “Tan, mau nonton ga?” tanya Dania pada saudari kembarnya yang sedang berusaha menyelesaikan puzzle sudoku sejak enam menit yang lalu. “Gratis?” Tanpa melirik, Tania menyahut. Dania mengangguk, meski itu sia-sia karena tidak dilirik oleh Tania. “Iya, gratis. katanya si Aan mau nobar Ardan film horror yang baru itu … tapi si Aan-nya sibuk, jadi dia nawarin tiket punya dia,” terang Dania. “Kamu ga pergi?” Giliran Tania balik bertanya pada Dania. “Ngga, kan besok jadwal latihan nari yang tertunda. Lupa?” “Ya mana aku inget, bukan jadwalku juga.” Tania mengendikkan bahunya santai. “Tapi … berhubung aku orangnya ga suka mubazir, aku keep deh tawaran barusan.”. “Oke, aku kabari Aan. Besok malam nontonnya jam tujuh, bisa ya?” “B isa.” Kini Dania sibuk mengetik di layar ponselnya, membalas pesan Aan. Sedangkan Tania, ia  kembali berusaha memecahkan puzzle sudokunya. Perlahan, sudut...

Catatan Meresahkan: Jomblo Kepala Dua

Gambar
CATATAN MERESAHKAN JOMBLO KEPALA DUA  STATUS   20. Sudah tak ada lagi akhiran –teen saat perkenalan usia dalam bahasa Inggris. Entah itu thirteen, fourteen, fifteen , …, hingga nineteen . Time flies so fast. Rasanya baru kemarin menikmati ayam gulai bercampur kentang, mie ala Bangka kebanggaan Mama, dan tak lupa telur rebus yang kalau sempat telurnya direbus merah untuk merayakan ulang tahun ke-11 diiringi pertanyaan, “Mau beli hape yang mana?” Inget banget kali pertama punya hape yang bisa dipake buat internetan, lengkap dengan stik ala PS versi lite dari m*to. Hape yang bikin aku kenalan sama ‘insomnia’ hanya untuk membaca cerita horror di malam Minggu kelabu. Maklumlah, dulu ga kenal sama yang namanya Malam Minggu Miko, jadi tiap malam Minggu rasanya kayak uji nyali malam Jumat buat baca cerita horror di facebook. Sampe pernah ada inisiatif buat ngehapal ayat kursi, kali-kali ketemu setan bisa coba praktek bacain. Kalau sekarang … Udah memasuki fase di ma...

Perihal: Rasa dan Asa

Gambar
  “Tuhan ciptakan rasa untuk apa?” tanyaku sedikit melirik ke arahnya, berharap dia menyadari maksud pertanyaanku. “Tentu agar dunia ini tidak hampa. Kalau tak ada rasa, dunia akan hampa. Bukankah ini sangat mirip dengan pekerjaan kita di dapur? Kita seperti Tuhan, meracik rasa untuk makanan. Dengan begitu orang yang menerima makanan akan merasa bahagia dengan rasanya.” Ia menjelaskan, lengkap dengan analogi yang masuk akal. Aku kehabisan kata, sibuk memutar otak guna menemukan kalimat yang tepat agar maksudku tersampaikan. “Kalau begitu … kenapa Tuhan putuskan asa?” “Apakah rasa yang menurut kita sudah pas sama seperti yang dirasakan oleh customer kita?” Ia malah melontarkan pertanyaan kembali kepadaku. “Mungkin bagi kita sudah tepat, namun bisa jadi bagi mereka terlalu pekat atau hambar. Begitulah rancangan Tuhan yang kita rasakan. Tergantung bagaimana kamu menikmatinya.” “Oh, begitu.” Aku pasrah. “Pantas saja kamu ga pernah mengerti perasaanku.”   -end-