Alasan


“Aku sibuk,” jawabnya menolak ajakanku.

Bukan kali pertama, karena ini keempat kalinya dia menolak untuk bertemu denganku. Aku mendesah pasrah.

“Aku tahu kamu sibuk, tapi bisa ga sih aku sedikit jadi prioritas kamu? Kalau kayak gini mending kita udahan aja, aku capek!” keluhku berapi-api.

“Oke, kalau itu memang mau kamu.”

Tut. Tut. Tut.

Sambungan terputus.

Malam itu aku marah dan menangis sejadi-jadinya.

Satu minggu berlalu, masih tidak ada kabar darinya dan aku sibuk bergumul dengan diriku sendiri untuk tidak menghubunginya lebih dulu.

“Jangan lemah, Tas. Jangan lemah! Dia yang salah, dia yang harusnya nyari aku duluan!” Aku berusaha menguatkan diri.

Tak lama berselang, ponselku berbunyi. Sederet nomornya yang sudah aku hapus namun kuhapal jelas menghubungiku.

Satu kali, aku abaikan.

Dua kali, masih kuabaikan. Syukurin, biar dia tahu rasa.

Tiga kali …

“Ada apa, sih?! Bukannya kita udah putus?!” ketusku saat mengangkat telponnya.

“Tasya, kan? Tas, Adlyn meninggal.”

“Apa sih? Jangan bohong gitu deh!” sahutku yang sudah mulai kesal.

“Aku ga bohong, dia meninggal. Operasinya gagal.”

Aku luruh seketika mendengar penjelasan di seberang telepon. Jadi ini alasan kenapa kamu ga mau ketemu aku?

-the end-

Beberapa sumber menyebutkan bahwa drabble terdiri dari 100 kata atau lebih, tapi ada juga yang mengatakan drabble itu terdiri dari 100-200 kata. Jadi ... kutulis di kisaran 100-200 kata aja, ya? Selamat membaca!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Meresahkan: Jomblo Kepala Dua

Break

DUGONG