Pertemuan Pertama
Tanah masih belum kering,
sama halnya dengan air mata yang terus membasahi pipiku.
“Ini amplop dari Adlyn, buat
kamu.” Gita menyodorkannya kepadaku.
“Terima kasih, Kak.”
Aku masih duduk di ruang
tamu rumah Adlyn, membuka perlahan surat amplop terakhir dari Adlyn bersama
Gita yang kini menemaniku.
Kertas berwarna putih polos
keluar dari dalam amplop, kubuka perlahan.
Tulisan tangan Adlyn
tercetak di sana, aku mulai membacanya perlahan.
Teruntuk Tasya, yang katanya teman hidup Adlyn.
Terima kasih.
Terima kasih sudah menjadi teman cerita, teman bahagia, teman gabut, dan
teman yang membuat Adlyn semakin kuat.
Masih ingat pertemuan pertama kita?
Kamu pasti lupa.
“Bohong, jelas-jelas aku
ingat pertemuan pertama kita di McD, waktu itu aku ga sengaja nabrak kamu,”
jawabku di sela-sela isakku.
Bukan, bukan di McD.
Tapi di TK. Ternyata dulu kita satu TK.
-fin-
Masih sama dengan karakter drabble di alasan, kayaknya aku bakal nulis beberapa drabble dengan karakter Tasya dan Adlyn.
Selamat membaca!
Komentar
Posting Komentar