Postingan

Kala Cinta Menggoda

Gambar
Bab I Cinta Lagi, Cinta Lagi “CINTA Prameswari.” Suara dingin Sekala membuat bulu kuduk Cinta bergidik ngeri. Entah apa kesalahan Cinta kali ini, yang jelas mata Sekala memerah. “Kalau tidak bisa membuat proposal yang bagus, setidaknya nanya. Pita suara kamu masih berfungsi, kan?” tanya Sekala tajam. Deg! “M-maaf, Pak.” Buru-buru Cinta menundukkan kepalanya, menghindari tatapan Sekala yang begitu menakutkan. Matanya sudah mematas, bulir air mata menumpuk tepat di pelupuk. Padahal ia sudah mati-matian menyusun proposal itu, begadang tiga hari dua malam di kantor. Ternyata sama seperti biasanya, hasilnya jauh di bawah standar Sekala Adinata. “Balik magang lagi aja deh kalau ngga bisa dibilangin terus,” ketus Sekala. “M-maaf, Pak.” Cinta mengulangi kalimatnya dengan suara bergetar. Air mata yang susah payah ia tahan perlahan luruh. Sekuat tenaga Cinta merapatkan bibirnya agar isaknya tak terdengar sampai ke telinga atasannya. Sekala tahu Cinta menangis. Ia mengembuskan napas, menahan ras...

DUGONG

Gambar
     [saran playlist sambil baca ]      “Jadi … maksud kamu aku gendut?” Januar terdiam. Lagi-lagi pria itu menghela napas mendengar lantunan pertanyaan dari sang kekasih mengenai fisik gadis itu. “Bagian mana dari kalimatku yang mengatakan kamu gendut?” tanya Januar lembut. Ia tahu, ia tidak boleh terpancing emosi setiap kali kekasihnya ini mengajak ribut. “Ya kamu … bilang aku mirip dugong. Dugong itu kan merepresentasikan gendut secara tersirat!” Kalila menjelaskan dengan menggebu-gebu. Pasalnya, beberapa menit lalu Januar menyebutnya seperti dugong. “Hah …” Embusan napas Januar terdengar sampai di telinga Kalila. Melalui sambungan video call , wajah lelah Januar tercetak jelas. Representasi 'dugong' di mata Januar dan Kalila bagai kutub utara dan kutub selatan; seratus delapan puluh derajat berbeda! “Dari tadi kamu ngembusin napas gitu … kamu cape ya ngadepin aku?” Lagi-lagi Kalila menuduh yang tidak-tidak pada Januar. Januar menggeleng. “Gini nih kal...

What About Us?

Gambar
  “Matematika statistika sederhana bisa merepresentasikan proyeksi kebahagiaan dalam hubungan. Ga percaya?” … “Tiga tahun empat bulan, tepatnya.” Andik membenarkan ucapan Genta perihal lama periode ia menjalin hubungan dengan kekasihnya. “Ah, ya. Kalau nyicil motor udah surplus, tuh!” Genta menyahut. “Ya gapapa, daripada elu tiap bulan ganti-ganti aja udah ngalahin katalog Indxxaret aja.” Andik mencoba membela diri. “Terus, bakal lanjut serius?” Genta bertanya. Andik terdiam. “Tuh, ga bisa jawab dia. Udah dibilang ga ada harapan, masih aja lanjut.” Genta terus mengejek. “Dua Tuhan padahal, yak. Tapi masih aja dipersulit,” timpal Seta. Lagi, Andik tak menjawab. Ia meresapi kalimat yang dikeluarkan oleh Genta dan Seta secara bersamaan, turut memikirkan hubungan yang tak tahu arahnya. Dua puluh delapan, bukan usia muda untuk bermain-main perihal hubungan meski Google berkata tak ada salahnya menikah di usia yang lebih matang. Tetap saja, jadi beban pikiran. “Mending diobrolin, Dik. Da...

Tidak Apa-Apa

Gambar
  “You’re most precious person that I’ve ever met.”   … Kadangkala tak mengapa Untuk tak baik-baik saja Kita hanyalah manusia Wajar jika tak sempurna   [Fiersa Besari- Pelukku Untuk Pelikmu ] … Hai. Bagaimana kabarmu hari ini? Apakah kamu baik-baik saja? Bagaimana dengan study/pekerjaanmu? Apakah lancar? Aku tahu … tidak mudah bagimu untuk melewati hari ini, tapi aku bangga padamu karena kamu bisa melewati hari yang tidak baik-baik saja ini dengan baik. Ada banyak orang hebat di dunia ini, dan kamu salah satunya. Kamu tanya mengapa? Aku mengagumi keberanianmu yang bisa menghadapi hari ini. Tentu saja, itu bukan hal yang biasa. Tidak semua orang bisa melewati hari ini. Tidak sedikit dari mereka memilih untuk mengakhiri hidup alih-alih melewatinya dengan berani sepertimu. Tidak, aku tidak bermaksud untuk menyalahkan perbuatan mereka. Mereka mungkin berada pada situasi yang mana tidak ada orang di sisi mereka untuk mendengarkan keluh kes...

[Oneshot] Saturda(t)e With You

Gambar
Saturda(t)e With You [Playlist to go: Conan Gray- Astronomy ] -here we go- Friday , 16:45. “Tan, mau nonton ga?” tanya Dania pada saudari kembarnya yang sedang berusaha menyelesaikan puzzle sudoku sejak enam menit yang lalu. “Gratis?” Tanpa melirik, Tania menyahut. Dania mengangguk, meski itu sia-sia karena tidak dilirik oleh Tania. “Iya, gratis. katanya si Aan mau nobar Ardan film horror yang baru itu … tapi si Aan-nya sibuk, jadi dia nawarin tiket punya dia,” terang Dania. “Kamu ga pergi?” Giliran Tania balik bertanya pada Dania. “Ngga, kan besok jadwal latihan nari yang tertunda. Lupa?” “Ya mana aku inget, bukan jadwalku juga.” Tania mengendikkan bahunya santai. “Tapi … berhubung aku orangnya ga suka mubazir, aku keep deh tawaran barusan.”. “Oke, aku kabari Aan. Besok malam nontonnya jam tujuh, bisa ya?” “B isa.” Kini Dania sibuk mengetik di layar ponselnya, membalas pesan Aan. Sedangkan Tania, ia  kembali berusaha memecahkan puzzle sudokunya. Perlahan, sudut...